PEKANBARU,MediaKepriNews.Com,:– Memasuki usia ke-69 tahun, Provinsi Riau mencatat berbagai capaian positif di bidang pembangunan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia. Namun, di balik berbagai indikator yang terus membaik, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa tantangan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar agar seluruh masyarakat di kabupaten dan kota dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang digelar pada Minggu (9/8/2026). Momentum hari jadi daerah dijadikan ajang refleksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai keberhasilan maupun tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan bersama.
Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, Ir. H. SF Hariyanto, M.T., mengatakan peringatan Hari Jadi Provinsi Riau tidak boleh hanya menjadi seremoni atau kebanggaan atas capaian yang telah diraih. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan sekaligus memperkuat komitmen dalam menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Pada peringatan Hari Jadi Riau ini, kita tidak hanya membawa angka dan capaian. Kita membawa tanggung jawab untuk menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum selesai, dan apa yang harus kita perjuangkan bersama,” ujar SF Hariyanto di hadapan peserta rapat paripurna.
Ia menjelaskan, perekonomian Provinsi Riau pada triwulan II tahun 2026 tumbuh sebesar 4,75 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau meningkat menjadi 76,31 poin, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,09 persen, angka kemiskinan berada pada 6,19 persen, dan Gini Ratio tercatat sebesar 0,304, yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan relatif terkendali.
Menurut SF Hariyanto, berbagai indikator tersebut merupakan bukti bahwa pembangunan di Provinsi Riau terus bergerak ke arah yang lebih baik. Meski demikian, pemerintah tidak ingin terlena oleh capaian makro tersebut karena masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait pemerataan pembangunan antarwilayah.
Ia menegaskan bahwa masih terdapat perbedaan tingkat pembangunan manusia, kemiskinan, kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja di beberapa daerah. Oleh sebab itu, percepatan pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Riau dengan tetap mempertimbangkan kewenangan serta kemampuan fiskal daerah.
“Pesan dari angka-angka ini sangat jelas, bahwa pemerataan harus kita percepat. Kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, pendidikan yang merata, layanan kesehatan yang lebih baik, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
SF Hariyanto juga menekankan bahwa berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, hingga pengurangan kesenjangan antarwilayah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh Pemerintah Provinsi Riau. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak DPRD, pemerintah kabupaten dan kota, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, insan pers, hingga seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Provinsi Riau. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui indikator ekonomi semata. Ia menilai keberhasilan sejati adalah ketika seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, dan peluang ekonomi tanpa memandang wilayah tempat tinggalnya.
Menutup sambutannya, SF Hariyanto mengajak seluruh masyarakat Riau untuk terus memberikan kritik, saran, masukan, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. “Dengan semangat Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, mari kita terus bergandengan tangan memperkuat persatuan, mempercepat pemerataan pembangunan, dan bersama-sama mewujudkan Riau yang maju, sejahtera, berdaya saing, serta berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.****













