PEKANBARU, MediaKepriNews.Com,:– Memasuki hari kedua penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026, Jumat (7/8/2026), antusiasme pelaku industri, petani, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat semakin meningkat. Pameran industri kelapa sawit terbesar di Indonesia yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di SKA CoEx Pekanbaru ini terus memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi, inovasi, dan pengembangan sektor sawit nasional.
Rangkaian kegiatan hari kedua secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan SIEXPO 2026 yang dinilai tidak hanya memperkuat ekosistem industri kelapa sawit, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Agung Nugroho, kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah bahkan luar negeri menjadi bukti bahwa Riau semakin diperhitungkan sebagai pusat industri sawit nasional. Ia berharap SIEXPO terus berkembang menjadi agenda internasional yang mampu mempertemukan investor, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun industri sawit yang modern dan berkelanjutan.
Salah satu bentuk keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan terlihat dari kebijakan panitia yang menyediakan stan gratis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kesempatan tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan berbagai produk unggulan kepada ribuan pengunjung, sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan membuka peluang kerja sama bisnis.
Hari kedua SIEXPO juga mencatat capaian bisnis yang membanggakan. Distributor eksklusif Persada JCB berhasil membukukan transaksi senilai Rp1,05 miliar melalui penjualan satu unit Backhoe Loader JCB, alat berat yang banyak diminati oleh perusahaan perkebunan di wilayah Sumatera. Nilai transaksi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam penyelenggaraan SIEXPO tahun ini.
Selain menjadi ajang bisnis, SIEXPO 2026 juga menjadi pusat pameran inovasi dan teknologi industri sawit. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai perkembangan teknologi mulai dari pupuk, alat panen modern, sistem mekanisasi perkebunan, hingga teknologi digital yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor kelapa sawit dari hulu hingga hilir.
Dalam forum diskusi yang berlangsung sepanjang hari kedua, para pemangku kepentingan kembali menguatkan usulan agar Palm Oil Institute segera dibangun di Provinsi Riau. Kehadiran lembaga tersebut dinilai sangat penting sebagai pusat riset, inovasi, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.
Para peserta menilai Riau merupakan lokasi yang paling strategis untuk pengembangan Palm Oil Institute karena menjadi salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi petani, lembaga tersebut diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya inovasi baru yang mendukung hilirisasi dan transformasi industri sawit nasional.
Panitia juga memastikan bahwa rangkaian SIEXPO 2026 akan mencapai puncaknya pada Sabtu (8/8/2026) melalui seminar nasional yang dijadwalkan menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Dalam kesempatan itu, Menteri akan memaparkan strategi nasional penguatan hilirisasi kelapa sawit serta berdialog dengan para pemangku kepentingan mengenai masa depan industri sawit Indonesia.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan investasi yang terus menguat, SIEXPO 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai kerja sama strategis, mempercepat transformasi industri sawit nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat posisi Riau sebagai barometer industri kelapa sawit Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem sawit yang berkelanjutan, modern, dan berdaya saing di pasar global.****







