Sibolga, MediaKepriNews.Com- Terjadinya musibah banjir di Desa Hutanabolon pada 25 Desember 2025 hingga masyarakat berlarut-larut menahan kepahitan hidup sampai ditahun 2026.
Kepedihan itu sangat histeris, diawali dari 25 Desember banyak yang meninggal dunia, Rumah hunian hanyut, sepeda motor, mobil bahkan dokumen kependudukan ditelan banjir hinga masyarakat Desa Hutanabolon tidak ada pilihan selain bertahan hidup
Kejadian itu sempat viral ditanah air hingga publik tidak bisa menutup air mata melihat masyarakat Desa Hutanabolon yang terus berteriak dalam kondisi darurat dampak dari bencana banjir.
Melihat kepedihan itu, ternyata banyak yang mengulurkan tangan, dari beberapa kalangan, baik dari tittokers dan perkumpulan anak rantau dan juga dari pemerintah menyalurkan beragam bantuan.
Seiring berjalannya kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten tampak melakukan pembenahan Desa Hutanabolon khususnya mengembalikan aliran sungai yang kini masi dalam proses mengerjakan dimana menurunkan beberapa Ekskavator, dan kemudia juga dari pihak kepolisian yang bersinergi dengan pihak TNI melakukan gotong royong bersama masyarakat.
Namun demikian, dikarenakan masi dalam proses pengerjaan, Desa Hutanabolon masi terus ditelan banjir susulan sehingga episode SDM masyarakat berlanjut tanpa henti menahan kepedihan hidup.
Dalam hal ini, masyarakat Desa Hutanabolon terus menyuarkan permohonan terhadap kebijaksanaan pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat sebagaimana permohonan mereka Sampai ketangan Pimpinan Tertinggi di indonesia bapak Presiden Prabowo Subianto untuk cepat dalam menangani pemulihan ekonomi ditenga- tenga masyarakat Desa Hutanabolon.
Selain itu belum dapat diketahui langka pastinya dari pemerintah pusat mengenai bantuan kucuran dana dimana isu isu tersebut liar atau fakta? Yang saat ini masi ditunggu tunggu masyarkat sehingga menjadi polemik ditelinga publik.
Sampai saat ini masyarakat Desa Hutanabolon berharap dana bantuan tersalurkan dengan baik untuk pemulihan ekonomi(Red)







