Mulyadi Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau
Mulyadi Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau

Batam, MediaKepriNews.Com- Mengawali tahun 2021, PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau menyerahkan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan lalu lintas sebesar 1,29 Miliar.

Santunan ini tentunya sangat besar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 841 juta.

Peningkatan yang sangat tinggi ini tentunya menjadi perhatian khusus perusahaan sehingga PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau untuk melakukan upaya-upaya guna mencegah  terjadinya kecelakaan lalu lintas.

PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau melalui bagian humas aktif melakukan sosialisasi baik di media sosial dengan menjadwalkan live IG maupun menugaskan untuk melakukan sosialisasi keliling dengan memanfaatkan mobil perusahaan. Harapannya dengan adanya pencegahan melalui sosialisasi ini sehingga  masyarakat Kepulauan Riau agar semakin sadar akan keselamatan berlalu lintas sehingga dapat berkontribusi menurunkan korban kecelakaan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu santun dalam berkendara. PT Jasa Raharja selalu mengajak masyarakat agar lebih patuhi rambu-rambu yang ada, ada keluarga yang menunggu di rumah”, kata Mulyadi dalam arahannya,pada Senin, 8 Februari 2021.

Ditambahkannya,” Kami terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan Lalu Lintas Jalan, hal ini dibuktikan selama periode Januari 2021 rata-rata korban Meninggal Dunia di tempat kejadian dapat dibayarkan kurang dari 2 hari.

Sumber: HUMAS
PT JASA RAHARJA
CABANG KEPULAUAN RIAU
081266921812
0778-4804565
Editor : Agus

Artikulli paraprakPerdana di 2021, BP Batam Layanan Keliling (BLINK) Kembali Hadir di Tengah Masyarakat
Artikulli tjetërKabar terbaru, MV. Miko Natalia Ubah Jadwal Keberangkatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.