Pemerintah Program Prioritas Infrastruktur Jalan Melalui Program KPBU – AP

Pekanbaru35 Dilihat

MediaKepriNews.Com- Pembangunan infrastruktur memberikan peranan yang sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pembangunan infrastruktur yang baik sejatinya dapat mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan dan tentunya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Pulung Prahasto selaku Direktur PT Adhi Jalintim Riau, Kamis (25/05/2023) di Pekanbaru.

Disampakannya, Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan
infrastruktur. Karena ketersediaan infrastruktur yang handal dan berkualitas baik. Merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun pertumbuhan sosial.

Pembangunan infrastruktur yang berkualitas baik akan mempermudah aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur ini dapat mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat. Karena akan memperluas aksesibilitas terhadap lapangan pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa proyek infrastruktur besar seperti
pembangunan jalan tol, jalan non tol, jalan nasional, pembangunan jembatan hingga pelabuhan, dan
bandara telah dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah.

Pembangunan Infrastruktur Jalan merupakan salah satu program prioritas dari pemerintah indonesia saat ini. Salah satu bukti nyata pembangunan infrastruktur ini adalah melalui program KPBU – AP (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) proyek Preservasi Jalan Non Tol sepanjang 43 Km di Provinsi
Riau yang akan di kelola oleh Badan Usaha Pelaksana PT Adhi Jalintim Riau selaku anak usaha dari perusahan konstruksi BUMN PT Adhi Karya (persero) Tbk. Saat ini Progres pengerjaannya sudah mencapai 70 persen dan di targetkan akan selesai pada bulan april 2024.

Sinergitas dan kolaborasi yang baik antara sejumlah pihak terkait, khususnya pemerintah dan BUMN sangat penting dalam pembangunan infrastruktur. Sinergi yang baik ini memegang peran penting
dalam membangun infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, karena memiliki sumber daya dan kapasitas yang memadai.

Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan BUMN juga dapat mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan meningkatkan efisiensi dengan adanya inovasi
dan teknologi terbaru dalam pembangunan infrastruktur.

Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau ini sendiri adalah proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) kedua di Indonesia pada sektor Jalan Non-tol setelah Proyek KPBU Jalintim di Sumatera Selatan.

Pada proyek ini terdapat 3 seksi jalan yang sedang dilakukan preservasi yaitu seksi 1 Jalan Simpang Kayu Ara (kota Pekanbaru) sampai Batas Kabupaten Pelalawan sepanjang 3,6 KM, Seksi 2 Jalan Batas Pelalawan sampai Sikijang Mati dengan Panjang 9,1 KM dan Seksi 3 Jalan Sikijang Mati – Simpang Lago (Kabupaten Pelalawan) sepanjang 30,3 KM.

“Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun Infrastruktur Jalan Nasional berkualitas dengan bersinergi bersama BUMN dalam hal ini PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Proyek KPBU Jalintim Riau ini nantinya juga akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Jalan Nasional tersebut selama 12 tahun kedepan. Kami harap sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan BUMN ini dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Infrastruktur Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ujar Pulung Prahasto selaku Direktur PT Adhi Jalintim Riau.

Sebagai informasi dalam setelah pekerjaan pembangunan proyek KPBU ini selesai. Badan usaha bertanggung jawab dalam melakukan Pemeliharaan Rutin (Routine Maintenance), Pemeliharaan Berkala (Periodic Maintenance) dan Rehabilitasi (Urgent Maintenance) pada ruas jalan tersebut. Sehingga Ruas Jalan Nasional dapat beroperasi secara optimal dalam melayani para pengguna jalan.

Pemeliharaan Rutin (Routine Maintenance) dilakukan secara berkala sepanjang tahun yang meliputi perawatan permukaan jalan antara perbaikan kerusakan kecil, penambalan lubang, pemburasan,
perbaikan kerusakan tepi perkerasan; perawatan trotoar; saluran samping dan drainase; bangunan pelengkap jalan serta perlengkapan jalan; dan perawatan bahu jalan. Pemeliharaan Berkala (Periodic
Maintenance) dilakukan pada interval waktu tertentu karena kondisi jalan mulai menurun yang meliputi perbaikan, levelling, resealing dan overlay (pelapisan ulang) pada jalan dengan perkerasan aspal atau regrooving (pengaluran/pengkasaran permukaan) maupun overlay pada jalan dengan perkerasan beton. Sedangkan Rehabilitasi (Urgent Maintenance) dilakukan untuk kondisi yang sifatnya mendadak/mendesak/darurat akibat terjadi kerusakan setempat yang cukup berat misalnya jalan putus akibat banjir, longsor, gempa, dan lain-lain.Rehabilitasi ini meliputi semua kegiatan pengembalian kondisi jalan ke kondisi semula yang perlu disegerakan agar lalu lintas tetap berjalan dengan baik..*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.