Pelalawan Apel Gelar Pasukan Kesiap-siagaan Penanganan Bencana Alam, 24 November 2022

MediaKepriNews.Com- Bupati Kabupaten Pelalawan H Zukri diwakili Sekda HT Mukhlis MSi pimpin apel gelar pasukan terkait kesiap siagaan penanganan bencana alam di Kabupaten Pelalawan bertempat di halaman kantor Bupati Pelalawan Pangkalan Kerinci, Kamis (24/11/2022).

Apel dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pelalawan. Dandim 0313/KPR diwakili Danramil 09/LGM. Kapten Arh A Sembiring. Kapolres Pelalawan diwakili Waka Polres Pelalawan Kompol Antoni Lumban Gaol SH MH.

Terlihat juga jajaran perwira Polres Pelalawan, Satpol PP Kabupaten Pelalawan, Anggota TNI, Dishub Pelalawan, BPBD Pelalawan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Saat apel dilakukan pemeriksaan pasukan dan sarana prasarananya oleh pimpinan apel bersama forkopimda. Ada Wildfire 2 unit. Pemadam 2 unit Speed boat 1 unit Alat berat Becoloder 1 unit, Rescue 1 Unit, Pick up 1 unit, Patroli 2 unit, Water Canon 1 unit, Sarpras 2 unit.

Sekda HT Mukhlis MSi selaku pimpinan apel membacakan amanat Kapolda Riau. Dalam amanat disampaikan Provinsi Riau dilintasi garis khatulistiwa (equator). Berpotensi terjadi rawan bencana alam. Maka perlu di upayakan langkah – langkah bersama instansi stakeholder instansi terkait dalam penanggulangannya.

Mendasari perkiraan BMKG bulan November – Desember 2022. Prediksi curah hujan berpotensi intensitas menengah dan tinggi. Hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor dan angin puting beliung juga sangat berpotensi merugikan masyarakat dari berbagai sektor.

Untuk itu, apel kesiapan siagaan ini untuk mengukur kemampuan kita saat ini dalam menghadapi bencana. Sebaik apapun rencana yang kita hasilkan akan tetapi tanpa komitmen yang kuat tidak ada artinya. Jika terjadi darurat bencana alam harus segera dikembangkan menjadi rencana operasi.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Riau yang tangguh bencana alam. Ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. Kemampuan untuk mengatasi ancaman atau bahaya yang akan terjadi. Kemampuan untuk melawan atau menghindari ancaman tersebut. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap bencana dan dampak yang di timbulkan. Kemampuan untuk pulih kembali secara cepat setelah terjadi bencana.

Ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan seluruh instansi dalam rangka kesiapan siagaan dalam penanganan bencana alam.
Melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif untuk pencegahan penanganan dan pemulihan bencana alam. Melakukan koordinasi kalaborasi dan komunikasi dengan stakeholder untuk memetakan daerah rawan bencana. Menyiagakan personil dan perlengkapan penanganan bencana pada masing-masing instansi yang digerakkan sewaktu waktu di butuhkan. Lebih memaksimalkan kegiatan pelatihan simulasi bersama dengan instansi terkait guna optimalisasi bencana alam. Mengoptimalkan peran masyarakat tanggap penanganan bencana alam. EP

Artikulli paraprakSanggah Berita Hoax, BP Batam : Mobil PBK di Bandara Tunduk pada Aturan Permenhub
Artikulli tjetërPemilu 2024, Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Bakal Bertambah Menjadi 40 Kursi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.