Menanam Harapan, Mengayomi Kehidupan

Pelalawan238 Dilihat

PELALAWAN,MediaKepriNews.Com, – Pagi itu, halaman sebuah taman kanak-kanak di Jalan Batin Lalang, Pangkalan Kerinci, dipenuhi tawa anak-anak. Di antara mereka, berseragam cokelat muda, sejumlah anggota Polres Pelalawan berjongkok, menanam bibit manggis dengan tangan sendiri. Bukan patroli, bukan penindakan. Inilah wajah lain pengabdian Polri, hening, tulus, dan penuh empati.

Polres Pelalawan dan TK di Jl Batin Lalang Pangkalan Kerinci aksi menanam bibit manggis, Rabu 23 Juli 2025

Kegiatan penanaman pohon dan sosialisasi Green Policing di TK dan PAUD IT M. Nurhasanah, Rabu 23 Juli 2025, dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Pelalawan AKP Edy Haryanto, SH, MH. Ia tak sekadar memberi instruksi, tetapi ikut bercengkerama dengan anak-anak, menjelaskan dengan bahasa sederhana tentang pentingnya merawat pohon agar tetap hidup.

Kasat Binmas Polres Pelalawan pimpin aksi menanam kepada generasi Z di SMA Binsus Bernas Pangkalan Kerinci, Senin 21 Juli 2025

“Kalau pohonnya hidup, kita juga sehat,” ucap AKP Edy sambil tersenyum, disambut anggukan polos anak-anak. Agar pesan lingkungan mudah diterima, personel Binmas menghadirkan dongeng Dumang dan tarian bertema cinta hutan dan satwa dilindungi. Edukasi itu tidak menggurui, melainkan mengalir sebagai cerita kehidupan.

Bagi para guru dan orang tua, kehadiran polisi dalam ruang pendidikan usia dini memberi kesan mendalam. “Anak-anak jadi tidak takut polisi. Mereka melihat polisi sebagai sahabat,” ujar salah satu guru PAUD. Dampaknya terasa nyata: anak-anak mulai mengingatkan orang tuanya agar tidak merusak tanaman di rumah.

Program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, SIK., MH., MHum memang dirancang melampaui pendekatan seremonial. Visi besarnya adalah mewujudkan Polri yang humanis, berwawasan lingkungan, dan responsif terhadap persoalan ekologi serta kesejahteraan masyarakat.
Di Pelalawan, visi itu diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Beberapa waktu kemudian, jajaran Polres Pelalawan kembali turun ke SMP Negeri 1 Pangkalan Kerinci. Di bawah terik matahari, bibit-bibit pohon ditanam bersama siswa. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar simbol, melainkan investasi jangka panjang untuk mengurangi polusi dan menjaga keseimbangan alam.

“Polri ikut bertanggung jawab memperbaiki lingkungan hidup,” ujar Kapolres. Pernyataan itu diamini para siswa yang hari itu belajar bahwa menjaga alam juga bagian dari menjaga masa depan mereka sendiri.

Semangat yang sama berlanjut di SMAN Bernas Binsus Pangkalan Kerinci. AKP Edy Haryanto hadir sebagai inspektur upacara bendera, sekaligus menyampaikan pesan lingkungan kepada generasi Z. Bibit manggis dan alpukat ditanam bersama siswa, sebuah simbol bahwa perubahan besar sering bermula dari langkah kecil.

“Kami ingin anak-anak muda ini tumbuh bersama pohon yang mereka tanam hari ini,” kata AKP Edy. Pesan itu sederhana, namun sarat makna tentang kesinambungan hidup dan tanggung jawab lintas generasi.

Program Green Policing Polres Pelalawan juga menyentuh dunia perguruan tinggi. Pada Selasa, 21 Oktober 2025, Politeknik Negeri Padang (PNP) Kampus Pelalawan menjadi lokasi penanaman pohon. Kapolres AKBP John Louis Letedara, SIK hadir langsung bersama para pejabat utama, dosen, dan mahasiswa.

Di hadapan civitas akademika, Kapolres menekankan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari misi besar Polri dalam melindungi lingkungan sebagai fondasi keamanan berkelanjutan. “Kami berharap ini menjadi contoh dan gerakan bersama, bukan hanya tugas polisi,” ujarnya.

Bagi mahasiswa, keterlibatan Polri dalam isu lingkungan membuka perspektif baru. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan pendampingan dan keteladanan.

Program Green Policing di Pelalawan tidak berhenti pada penanaman pohon. Patroli lingkungan, edukasi anti karhutla, pendampingan petani dan nelayan, hingga transparansi melalui pusat data lingkungan menjadi bagian dari upaya menyeluruh yang berpihak pada kepentingan publik.

Di balik seragam dan tugas berat menjaga keamanan, anggota Polres Pelalawan menghadapi dilema dan risiko. Mereka bekerja di bawah tekanan, namun tetap memilih jalan pengabdian yang manusiawi, mengayomi tanpa jarak, melindungi tanpa pamrih.

Dari halaman PAUD hingga kampus, dari bibit manggis hingga pohon alpukat, kisah humanis ini menunjukkan bahwa pengabdian Polri tidak selalu bersuara keras. Terkadang, ia tumbuh perlahan, berakar di tanah, dan memberi harapan, bahwa keamanan, kemanusiaan, dan kelestarian alam bisa berjalan seiring.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses