Korban Ditemukan Tewas di PT Amnor: Sistem Keamanan Dipertanyakan, Polisi dan Manajemen Beri Penjelasan Kabur

Batam338 Dilihat

Batam, MediaKepriNews.Com- Seorang pekerja PT Amnor Shipyard di Tanjung Uncang ditemukan meninggal pada Jumat pagi ( 28-11-025), di area perusahaan. Temuan ini memicu sorotan terhadap lemahnya sistem pengawasan perusahaan, terutama setelah muncul perbedaan informasi terkait waktu kematian korban.

Korban diketahui terakhir kali masuk bekerja pada Kamis (27-11-2025), namun tidak pulang hingga malam hari. Ketidakhadiran ini membuat istrinya mendatangi perusahaan pada Jumat pagi. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi kerja. Tak lama kemudian, pihak kepolisian tiba untuk melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban.

*Karyawan Pertanyakan Sistem Pengawasan*

Sejumlah pekerja menyebut kejadian ini sebagai bukti kelalaian perusahaan dalam kontrol internal. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin seorang karyawan berada di area perusahaan lebih dari 24 jam tanpa terdeteksi oleh pihak keamanan.

> “Seharusnya ada pemeriksaan. Masa dari Kamis sampai Jumat tidak ada yang sadar ada orang di dalam? Ini sangat janggal,” ujar salah satu pekerja.

Kritik semakin tajam karena perusahaan memiliki sistem absensi, petugas keamanan, serta patroli area yang seharusnya mampu mendeteksi keberadaan pekerja di luar jam operasional.

*Versi Manajemen: Korban Meninggal pada Jumat, Bukan Kamis*

Project Manager PT Amnor Shipyard, Aseng, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, membantah kabar bahwa korban telah meninggal sejak Kamis.

> “Tidak benar korban meninggal sejak hari Kamis. Korban meninggal saat bekerja pada hari Jumat karena sakit,” tegasnya.

Namun sejauh ini, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan menyeluruh mengenai kronologi detail, termasuk alasan mengapa keberadaan korban di area perusahaan sejak Kamis malam tidak terdeteksi sistem pengawasan.

*Keterangan Polisi: Diduga Sakit, Indikasi Unsur Pidana Tak Dijawab*

Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Ipda Andy Pakpahan, memberikan keterangan singkat bahwa korban diduga meninggal karena sakit. Namun ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya unsur pidana, terutama setelah muncul informasi bahwa korban mungkin telah berada di area perusahaan sejak Kamis, ia memilih tidak memberikan jawaban.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan kejelasan apakah akan dilakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus tersebut. Minimnya informasi dari perusahaan maupun aparat justru memunculkan lebih banyak tanda tanya di kalangan pekerja dan publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di PT Amnor Shipyard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses