Keluhkan Dampak Lingkungan, Citra Kebun Wisata Minta Atensi Pemerintah Terkait Aktivitas Pematangan Lahan di Sekitarnya

Batam203 Dilihat

Batam, MediaKepriNews.Com- Citra Kebun Wisata merupakan destinasi wisata agro terbaru di Kota Batam yang mengusung konsep wisata perkebunan. Destinasi satu ini menonjolkan tanaman durian dan jambu sebagai objek wisata unggulan yang berlokasi di Kecamatan Sagulung.

Sempadan Citra Kebun Wisata tersebut didapati adanya aktivitas pematangan lahan yang diketahui sebelumnya diduga PT Bintang Gemini Batam sebagai penanggungjawab.

Terpantau dilapangan, timbunan tanah membumbung tinggi bak bukit berpotensi mengancam lokasi Citra Kebun Wisata ( Jumat,27/03/2026 ). Celakanya, di sekeliling timbunan tersebut memiliki drainase yang sangat minim kapasitasnya bahkan batu miring pun tidak dibuat untuk mencegah terjadinya erosi. Hal ini lah yang menjadi kekhawatiran pihak Citra Kebun Wisata.

Karang Taruna Kelurahan Sei Pelunggut melalui Divisi lingkungan hidup Sandi jambak, saat ditemui di Sekretariat mengatakan, mengenai dampak dari aktivitas ini. ” kami menilai hal ini harus jadi perhatian serius intansi terkait, Khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Hal adalah wewenang dalam pengawasan Dinas Lingkungan Hidup “, Ujarnya .

” Kehadiran Karang Taruna tentu menjadi sosial control dan peduli lingkungan hidup karena dampak lingkungan dari pengusaha satu dengan pengusaha satu nya kita tidak membela satu usaha tapi kita lihat dampak dari aktivis cut and fill merugikan argowisata pertanian yang mana usaha citra kebun ini adalah usaha yang menjaga pelestarian tumbuhan dan juga menjaga keasrian udara maka kita harap dinas terkait dapat turun ke lokasi” tambahnya.

” Karena fakta dilapangan kita lihat tingginya penimbunan tanah dari akses jalan dapat mengkwatirkan keselamatan pengunjung dan masyarakat, ketika kita melirik darainase tidak memadai sehingga beberapa waktu lalu sudah terjadi abrasi dan menghancurkan pagar tembok pembatas dan tentunya patut jadi atensi dari dinas lingkungan hidup Kota Batam” pungkasnya.

Masih dengan Sandi, “Ini jadi perhatian kami, langkah pertama tentu secara persuasif dulu akan kami lakukan, menyurati pihak perusahan serta mengirimkan surat audensi ke dinas lingkungan hidup. Namun jika tidak di tanggapi tentu kami akan mengambil langkah – langkah yang lain sesuai prosedur bahkan kemungkinan melakukan gugat legal standing atau class action pabila diperlukan.” tutup nya.

Ditempat terpisah, Perwakilan Citra Kebun Wisata sekaligus sebagai masyarakat yang terdampak,Pak Udin meminta perhatian dan atensi pemerintah untuk dapat memberikan tindakan.

“Kami sangat mengharapkan agar pemerintah dalam hal ini BP Batam maupun istansi terkait , agar dapat memberikan tindakan atau sanksi bagi pihak pengembang yang mengabaikan dampak lingkungan yang diakibatkan ” jelasnya.

“Sekalipun mereka kemarin mengganti tembok pembatas yang jebol, kami minta agar mereka tidak mengabaikan dampak-dampak yang lain kedepannya. Untuk itu harapannya pemerintah bisa peka dengan kami masyarakat yang terdampak dari aktivitas ini ” tandas pak Udin.

Pihak pengembang dan pihak – pihak terkait belum dapat dikonfirmasi hingga berita terpublikasi guna meminta klarifikasi legalitas aktivitas ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses