Pelalawan, MediaKepriNews.Com-Salah satu cara yang dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) gambut, salah seorang anggota Polres Pelalawan melakukan secara otodidak dengan cara membuat sumur sebagai sumber air dilahan gambut. Pembuatan sumur di lahan gambut itu dinamakan dengan sumur antisipasi kebakaran hutan dan lahan gambut (AKHLAG).

Pembuatan Sumur AKHLAG ini telah dilakukan secara otodidak oleh anggota Polres Pelalawan bernama Ipda Hasoloan Samosir sejak tahun 2014. Sejak bertugas di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan – Polda Riau.

Kecamatan Teluk Meranti daerah gambut yang sering mengalami kebakaran, adalah masalah besar. Karena jika terjadi karlahut sangat sulit melakukan pemadaman. Namun dengan pembuatan sumur AKHLAG ini sudah menjadi salah cara penanggulangan karhutlah oleh Polres Pelalawan terutama dilahan gambut. “Pembuatan sumur AKHLAG sudah lama telah dibuat. Sejak tahun 2014 terjadi karlahut di Kecamatan Teluk Meranti. Secara otodidak dilakukan dan banyak uji coba untuk melakukan penanggulangan karhutla.

Dilahan gambut mengalami kebakaran, sangat sulit memadamkan. Berbagai kendala dilapangan sudah dijalani karlahut lahan gambut. Padahal lahan gambut banyak air. Jadi bersama para anggota Polres Pelalawan saat ini sudah paham sumur AKHLAG” ungkap H Samosir saat ada tim kajian ilmiah pada Kamis (17/09/2020).

Berita tentang penanggulangan Karhutlah di lahan gambut dengan sumur AKHLAG telah sampai ke Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Mendapat informasi dari media, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memanggil personilnya H Samosir untuk menghadap memaparkan sumur AKHLAG.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi ternyata sangat tertarik dengan cerita sumur AKHLAG yang disodorkan H Samosir. Kapolda mendukung agar ada kajian, dilengkapi
perlu terus ditingkatkan dilakukan pengkajian untuk penyempurnaan.

Pada Kamis 17 September 2020 Polres Pelalawan memulai pengkajian sumur AKHLAG dengan melibatkan
Tim Ahli terdiri pakar dan para dosen.
Diantaranya Prof Dr. Ing. Eko Supriyanto,  DR.Salmiati MPd.   Dosen ST2P   (Bidang  Biologi dan Menejemen), Ferbrianti SP MSi  Dosen ST2P (Bidang  Ilmu tanah  dan Agro ). Abdul Khair Junaidi ST. M.Eng. Dosen ST2P (Bidang  Mesin dan Fisika ), Edward Pangaribuan.MSi , Dosen AKNP ( Bidang Kimia dan Wartawan ).
Kapolres Pelalawan diwakili Kasat Binmas AKP NM Marbun bersama KBO Binmas Polres Pelalawan bersama beberapa personil Polres Pelalawan ikut turun langsung melakukan praktek pembuatan sumur AKHLAG di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci Timur. Selain pembuatan sumur AKHLAG yang baru juga memeriksa sumur AKHLAG yang lama dan di uji coba melakukan praktek pemadaman.

Pada hari pertama mulai pengkajian ilmiah, sangat menggembirakan. Karena tim ahli dan personil polres Pelalawan mampu melakukan dan membuktikan air disumur AKHLAG tidak habis habis . Dengan kecepatan mesin pemadam rata rata 4 – 5 liter perdetik dalam waktu berjam jam . Air di sumur AKHLAG tetap ada tidak habis habis. Hal ini juga ditunjukan level sensor air yang dibuat mengukur indikator keberadaan air yang ditandai lampu LED sederhana. EP

Artikulli paraprakPT NWR Sempat Cekcok Bersama Warga di Mamahan Pangkalan Gondai
Artikulli tjetërTim Satresnarkoba Amankan Terduga Pengedar Sabu di Jalan Raja Pangkalan Kerinci

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.