MediaKepriNews.Com-Konflik antara manusia dan harimau kembali terjadi Sabtu (03/09/2022) sekira pukul 21.30 wib di belakang cam Karyawan PT Rimba Prima Mas di Konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Peranap Timber estate Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Hal ini disampaikan Kapolres Pelalawan AKBP Guntur M Tariq SIK, melalui Kasi Humas AKP Edy Harjanto SH, Senin (06/09/2022).

Di ketahui korban bernama Nihar, 41 tahun, terbaring di Rumah Sakit Umum Selasih Kabupaten Pelalawan Pangkalan Kerinci. Nihar sebagai korban merupakan karyawan penumbangan operator chain saw. Nihar dengan identitas KTP Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Dari keterangan saksi yang merupakan teman korban menyatakan, Kejadian bermula sekira 21.30 wib ketika korban pergi kebelakang Camp atau Barak milik PT Rimba Prima Mas tepat nya di Estate Serapung Kecamatan Kuala Kampar kabupaten Pelalawan. Korban hendak buang air kecil, berjarak 10 meter dari pintu belakang Camp.

Pada saat keluar pintu itu, korban langsung di serang Harimau yang ternyata sudah berada diluar barak. Akibat terkaman harimau korban mengalami luka robek cukup serius pada tempurung kepala bagian belakang. Luka robek pada dada kiri atas, Luka robek bagian bahu kiri dan luka robek pada mata kaki kiri dalam, dan sekira pukul 21.30 wib.

Beruntung ada suara dan bantuan dari dalam camp, sehingga korban dilepas harimau itu. “Beruntung langsung ada suara minta tolong dan harimau melepas korban,” kata Sudi Prayitno teman kerja korban yang mendampingi di RSUD Selasih.

Dijelaskannya, Korban di evakuasi pertama kali ke Klinik Serapung PT RAPP, selanjutnya pihak Klinik dan perusahaan PT Rimba Prima Mas mengevakuasi lanjut ke Pangkalan Kerinci RSUD Selasih melalui Pelabuhan putong PT RAPP.

Di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci, korban sudah dilakukan penanganan medis dan mendapatkan perawatan diruang ICCU. ***

Artikulli paraprakSkor 3-1, Tim Srigala Karimun Juara I Tournament KMG CUP I 2022
Artikulli tjetërPenambangan Tanpa Legalitas, Terdakwa Terima Vonis 10 Bulan Penjara Denda Rp 100 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.