DPRD Batam Minta Perusahaan Tingkatkan Protokol Kesehatan

Batam37 Dilihat

MediaKepriNews.Com-Salah seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja sebagai mechanical engineering di salah satu perusahaan plastik di kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa, terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam hal ini, TKA ini menjadi pasien positif nomor 214 di Kota Batam. TKA ini terkonfirmasi positif setelah terpapar dari kasus nomor 204 yang tidak lain merupakan teman satu messnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan serius dari anggota Komisi IV DPRD Batam, Mochamad Mustofa. Menurutnya, dengan terjadinya hal ini pihak perusahaan harus terus menekan protokol kesehatan di wilayah perusahaan tersebut.

Penerapan protokol kesehatan ini dijelaskannya demi melindungi semua pekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Batam, agar terhindar dari Covid-19.

“Saat ini sudah ada 3 orang TKA yang terkonfirmasi positif. Ini harus menjadi perhatian srius untuk pekerja yang menggantungkan nasibnya di perusahaan tersebut,” kata Mustofa melalui telepon selulernya, Senin (29/6/2020).

Dirinya pun menekankan kembali tentang perlindungan karyawan yang bekerja bersama pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

“Perusahaan harus mengkarantina karyawan yang bekerja bersama pasien positif dengan tetap memperhatikan hak karyawan,” ujarnya.

Ia berharap penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak dalam bekerja juga harus diperhatikan, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di perusahaan tersebut.

Mustofa mencotohkan seperti kasus PT Sampoerna, di mana salah ada karyawan yang terkonfirmasi positif maka dilakukan proses Karantina bagi karyawan lainnya.

“Itu untuk memastikan kesehatan karyawan lainnya dan menghindari lonjakan pasien positif dari perusahaan tersebut. Tidak hanya untuk perusahaan yang bersangkutan, namun seluruh perusahaan di Kota Batam,” tegasnya.(**FK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.