Datuk Panglima Besar DPP LLMB Minta Maaf di Polres Pelalawan

Pelalawan37 Dilihat

MediaKepriNews.Com-Akibat Viralnya video berdurasi 1 menit 42 detik Datuk Panglima Besar DPP LLMB Ismail Amir menyebut nama Pelalawan dengan membanding-bandingkan sambutan dan fasilitas yang diterima dirinya  berada di Kabupaten Pelalawan dan di Batam. Membuat sejumlah elemen masyarakat kabupaten Pelalawan terusik dan merasa dilecehkan. Untuk itu Datuk Panglima Besar DPP LLMB Ismail Amir hadir di Aula Teluk Meranti Polres Pelalawan menyampaikan minta maaf, Jumat (04/02/2022).

Kehadiran Datuk Panglima Besar DPP LLMB Ismail Amir dengan rombongan memakai seragam LLMB dengan tanjak memakai lencana. Kehadirannya rapat Permohonan Maaf Panglima Besar LLMB yang di inisiasi  dan mediasi oleh Polres Pelalawan untuk menjaga perdamaian dan persatuan.

Warga Kabupaten Pelalawan merasa tersinggung dan dilecehkan atas ada pernyataan pernyataan

Datuk Panglima Besar DPP LLMB Ismail Amir dalam video viral . Yang menyatakan penyambutan dirinya sebagai Datuk Panglima Besar DPP LLMB. Hanya hotel penuh kepending atau kutu busuk dan hotel balak.

Ia juga membandingkan makanan yang diperoleh ketika di Batam dengan menyajikan seafood, sementara ketika di Pelalawan ia hanya makan nasi bungkus seharga Rp10 ribu. Tidak itu saja, dalam rekaman video 1 menit 42 detik itu, Ismail Amir menyebut-nyebut kalau Bupati Pelalawan tidak menghargai dirinya saat berpidato.  Datuk Panglima besar LLMB Ismail Amir menuai kecaman dari berbagai kalangan di Kabupaten Pelalawan.

Dalam rapat Permohonan Maaf Panglima Besar LLMB dipimpin Wakapolres Pelalawan, Kompol Raden Edi Saputra SAg,  Didampingi Waka DPRD Pelalawan Syafrizal, SE. Dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR) Kabupaten Pelalawan T Zulmizzan Assegaf,  SE Ak MSI, tokoh Melayu sekaligus pendiri Pelalawan Daslir Maskar, Datuk Kampar Jasfar,

para tokoh Melayu Kabupaten Pelalawan, pendiri Pelalawan serta puluhan anggota Aliansi Pemuda Pemudi Peduli Pelalawan yang melaporkan kasus video Panglima Besar DPP LLMB Provinsi Riau itu pada Polda Riau.

Wakapolres menyatakan, “Dengan adanya pertemuan ini, dan hal-hal yang mengganjal karena video yang kemarin itu bisa terselesaikan. Tak ada lagi hal-hal yang mengganjal satu sama lain. Harapan kita yang sudah, sudahlah. Kita ambil manfaatnya dari peristiwa ini, . Dan kejadian tidak terulang lagi . Minta maaf dan saling memaafkan. Kan sangat bagus” ujar Wakapolres.

Datuk Panglima Besar DPP LLMB Ismail Amir mengatakan videonya sebenarnya hanya untuk internal. Namun nyatanya video viral di masyarakat. Jadi itu saja untuk koreksi internal agar tidak teejadi seperti di Kabupaten Pelalawan. “Tak ada niat terbetik pun dalam hati di video itu dimaksudkan untuk melecehkan bahkan menghina daerah ini. Video itu dimaksudkan hanya untuk internal LLMB saja, tapi ternyata video itu sampai keluar dan menyebar, itu saya sendiri tak tahu siapa yang menyebarkan,” kata Panglima besar LLMB.

Datuk Daslir Maskar selaku tokoh masyarakat kabupaten Pelalawan menanggapi. “Lepas dari persoalan internal LLMB sendiri, kita harapkan hal ini jangan sampai terulang lagi ke depannya. Kalau ini persoalan internal LLMB saja, misalnya, atas layanan yang kurang memuaskan dari LLMB Pelalawan saat kedatangan Panglima Besar Datuk Ismail Amir, sebaiknya diselesaikan secara internal saja. Jangan diumbar-umbar melalui video jika kecewa,” katanya.

Wakapolres Kompol Edi mengharapkan betul  pertemuan  bisa selesai dengan damai. Dan pertemuan ini digelar untuk menyelesaikan semua masalah.

“Kedatangan kita semua di sini untuk perdamaian dan membawa persatuan. Semua elemen masyarakat harus menjaga Kabupaten Pelalawan yang selalu kondusif ini,” katanya.

“Sekali lagi, saya mohon maaf atas kesalahan saya ini. Dari lubuk hati yang dalam serta tulus ikhlas, Saya secara pribadi meminta maaf pada masyarakat Pelalawan, tokoh-tokoh Melayu Pelalawan,” pintanya..***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.