PELALAWAN,MediaKepriNews.Com,:— Semangat pelestarian lingkungan dan satwa liar terus digaungkan di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Ukui bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) membentuk Kader Konservasi TNTN, Selasa (29/9/2026), sebagai langkah nyata menanamkan kepedulian terhadap hutan dan keanekaragaman hayati sejak lingkungan pendidikan.
Ketua Kwarran Ukui, Burhanudin Ali, M.Pd., Rabu (30/9/2026), mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan pendidikan dan pelatihan mengenai keberadaan TNTN, baik dari aspek hukum maupun sosial, serta pentingnya konservasi gajah sumatera sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum edukasi bagi para pembina Pramuka untuk memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi.
Pembentukan Kader Konservasi TNTN tersebut juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seekor bayi gajah sumatera berjenis kelamin jantan dari indukan bernama Mama Liza di kawasan Elephant Flying Squad (EFS) TNTN. Kelahiran satwa dilindungi itu menjadi kabar menggembirakan sekaligus pengingat bahwa kelestarian habitat merupakan bagian penting dalam keberlangsungan hidup satwa liar.
Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari, S.Sos., S.I.K., M.H., turut hadir bersama rombongan dan melihat langsung bayi gajah yang baru lahir. Ia menyampaikan rasa syukur karena setelah dilantik dan mulai bertugas sebagai Kapolres Pelalawan, dirinya langsung mendapat kabar kelahiran gajah jantan sekaligus menyaksikan kegiatan pembentukan Kader Konservasi TNTN.
AKBP Ahmad Nur Ari juga menyampaikan apresiasi kepada Kwarran Ukui yang mengambil bagian dalam upaya konservasi. Menurutnya, keterlibatan Pramuka menjadi energi positif untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian hutan TNTN dan satwa yang hidup di dalamnya. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops AKP H. Yulhairi, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Efendi, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Lantas AKP Zahratul Aulia Harun, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Intelkam AKP Deddy Hendra Cipta Tobing, S.H., serta Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan, S.H., M.H.
Burhanudin menjelaskan, Kader Konservasi TNTN tersebut beranggotakan para pembina Pramuka yang tersebar di sejumlah sekolah di sekitar Kecamatan Ukui, mulai tingkat SD, SLTP hingga SLTA. Para kader diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan sekaligus penyambung informasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga hutan, lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan TNTN.
“Kami berharap para kader ini dapat menjadi kepanjangan tangan dan penyambung lidah demi kelangsungan hayati hutan TNTN,” ujar Burhanudin. Ia juga berharap pihak Balai TNTN dapat memfasilitasi Pramuka Ukui untuk memanfaatkan kawasan yang sesuai peruntukannya sebagai Bumi Perkemahan Kwarran Ukui sekaligus wahana wisata edukasi hutan alam yang dilengkapi kegiatan pembelajaran lingkungan dan fasilitas outbound.
Penanggung jawab kegiatan Kader Konservasi TNTN, Fauzah Al-Kahfi, M.Hut., menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pembina Pramuka yang bersedia bergabung dalam gerakan konservasi tersebut.
Peserta mendapatkan materi mengenai sejarah, fungsi, keberadaan dan pengelolaan hutan di Indonesia, khususnya TNTN, kemudian diajak menyusuri kawasan hutan serta memperoleh edukasi langsung tentang gajah sumatera dari para mahout berpengalaman. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu meneruskan edukasi kepada siswa sekaligus mengajak generasi muda bersama-sama menjaga alam dan satwa untuk keberlanjutan lingkungan bagi anak cucu. ****







