Warga Ukui Laporkan Gajah Berkeliaran Merusak Kebun

Pelalawan53 Dilihat

MediaKepriNews.Com-Sejumlah warga Desa Lubuk Kembang Bungo dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan melaporkan kepada wakil bupati Pelalawan H Nasarudin SH MH terkait konflik gajah tak ada putus putusnya di desanya. Gajah selalu berkeliaran dan merusak kebun kelapa sawit warga. Berharap agar ada solusi dari pemerintah dan instansi terkait. Hal ini disampaikan

Kozin, mewakili Ketua Kelompok Tani Belalang Bangkit Desa Lubuk Kembang Bungo, Senin (19/12/2022) kepada wabup di Pangkalan Kerinci.

Dari keterangan Kozin, didampingi para petani itu bahwa konflik gajah masuk kebun warga menjadi langganan rutin. “Kebun beberapa kelompok tani itu sekitar 400 hektar, sejak tahun 2018 rutin di masuki gajah. Kebun sawit yang berumur 5 tahun hingga 10 tahun ikut dirusak gajah. Inilah menjadi keluhan warga yang tetap juga rutin melakukan patroli penjagaan,” ujar Kozin.

Disampaikannya warga rutin melakukan patroli penjagaan menghalau gajah. Dan menjaga sekitar kemunculan gajah agar tidak melakukan tindakan anarkhis karena gajah termasuk satwa liar yang dilindungi. Namun kejadian terakhir ini gajah semakin sering muncul dan makin banyak jumlahnya. Kebun yang dirusak juga bertambah banyak dan jelas merugikan petani.

Disaat patroli penjagaan gajah dikebun, warga melakukan pengapian di sekitar pondok masing masing. Namun gajah satu minggu terakhir ini tak kunjung keluar dari kebun warga. Warga juga takut terjadi konflik akan memakan korban jiwa. Untuk itu mereka menyampaikan kepada pemerintah melalui wakil bupati.

Warga juga mengatakan sering melaporkan ke BKSDA dan Balai TNTN . Namun tak kunjung ada penyelesaian . ” BKSDA dan Balai TNTN selalu kami laporkan. Namun tak ada solusi konkrit” katanya.

Menanggapi persoalan itu, wabup mengatakan akan mengupayakan solusi. ” Setelah kita menerima laporan ini. Kita akan berkordinasi pihak terkait, BKSDA dan Balai TNTN. Harus ada solusi, mengurangi konflik gajah dengan petani,” kata Nasaruddin.

” Besok, Selasa 20 Desember 2022 dijadwalkan rapat membahas masalah ini. Pihak BKSDA , Balai TNTN, pihak terkait pemdes dan warga diundang ” kata Nasar.

Sementara itu pihak Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Kepala Bidang I BBKSDA Andri Hansen Siregar ketika dikonfirmasi terkait konflik gajah itu mengatakan kebun warga itu berada dalam kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN)

“Informasi dari teman teman Flying Squad Lubuk Kembang Bunga (FS-LKB) Balai TNTN. Lokasi kebun sawit warga merupakan kawasan TNTN, di Simpang Silau Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui. Dan teman teman sudah melakukan pengecekan serta pemantauan sembari memberikan edukasi serta cara penanganannya kepada masyarakat. Bahwasannya lokasi kebun berada di dalam Kawasan TNTN. Artinya gajah liar tersebut memang ada pada habitatnya.
Terkait tanaman sawit tersebut merupakan tanaman illegal yang berada di dalam kawasan TNTN,” katanya.

Heru Sutmantono SHut MM, Kepala Balai TNTN mengatakan laporan warga ditujukan ke BKSDA saja. ” Silahkan Laporan ditujukan ke BBKSDA Riau,” pungkasnya. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.