Tokoh Masyarakat Batam Ediaman Sinaga Gandeng GMI Tanam 500 Pohon Mahoni di TPU Covid Sei Tamiang

Batam107 Dilihat

Batam, MediaKepriNews.Com- Kepedulian terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap ruang memorial pandemi kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat Batam, Ediaman Sinaga. Bersama Gereja Metodis Indonesia (GMI) yang turut dihadiri langsung oleh Bishop GMI, ia menginisiasi kegiatan penanaman 500 pohon mahoni di kawasan TPU Covid Sei Tamiang, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Jumat (8/5/2026) sejak pagi hingga siang hari.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menghidupkan kembali kawasan TPU Covid sebagai ruang yang lebih hijau, teduh, dan penuh makna. Ratusan bibit pohon mahoni ditanam secara gotong royong oleh jemaat, tokoh masyarakat, serta relawan yang hadir.

Dalam keterangannya, Ediaman Sinaga menegaskan bahwa penanaman pohon ini memiliki makna mendalam, tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga sebagai simbol penghormatan bagi para korban pandemi Covid-19 yang dimakamkan di lokasi tersebut.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan. Kita ingin kawasan ini menjadi lebih asri, sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Bishop GMI dalam sambutannya mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan aksi ini sebagai bentuk nyata iman yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap ciptaan Tuhan.

“Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual kita. Apa yang kita tanam hari ini, akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

TPU Covid Sei Tamiang sendiri menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai historis selama masa pandemi. Dengan adanya penanaman pohon ini, diharapkan kawasan tersebut tidak lagi identik dengan duka semata, tetapi juga menjadi simbol kehidupan, pemulihan, dan harapan baru bagi masyarakat Batam.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong, mencerminkan kolaborasi antara tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.PJS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses