Terungkap Penyebab Kelangkaan Minyak Jenis Solar Bersubsidi di Karimun

Karimun37 Dilihat

MediaKepriNews.Com- Dugaan penyebab antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri terungkap.

Kepolisian Resor (Polres Karimun) berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi di daerah tersebut.

Dalam kasus yang diungkap Satreskrim Polres Karimun itu, diamankan sebanyak tiga orang laki-laki (tersangka) berinisial MS, YS dan EH.

Pengungkapan dilakukan pada, Jumat 27 Mei 2022 beralamat (TKP) di Jl Telaga Tujuh RT  002 RW 003, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun.

Barang bukti yang berhasil diamankan beruoa 3 unit mobil truck, 49 jerigen ukuran 30 liter yang berisikan BBM jenis solar, 2 buah tangki plastik ukuran 1000 liter, serta 15 jerigen kosong ukuran 30 liter. Untuk barang bukti solar subsidi sebanyak 1.470 liter.

“Para pelaku melakukan perbuatan kejahatan tersebut sejak Februari 2021,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano diwakili Wakapolres, Kompol Syaiful Badawi didampingi Kasat Reskrim, AKP Arsyad Riyandi kepada wartawan di loby Mapolres Karimun, Senin (30/5/2022) sore.

Dikatakannya, Satreskrim Polres Karimun mendapat informasi dari masyarakat terdapat beberapa mobil truck yang menyalin bahan bakar solar dari dalam tangki truck kedalam jerigen untuk diperjual belikan.

Atas informasi tersebut dilakukan penyelidikan, dan kemudian ditemukan 3 unit mobil truck sedang menyalin BBM solar dari dalam tangki truck kedalam jerigen ukuran 30 liter dengan harga Rp 220.000 untuk setiap jerigennya.

“Dari hasil interogasi, mobil truck tersebut melakukan pengisian minyak solar bersubsidi di SPBU yang berada di Jl Jend Sudirman Poros,” ungkap Kompol Syaiful Badawi.

Disampaikannya, Polres Karimun masih mendalami apakah ada permainan dengan pihak- pihak tertentu dalam kasus tersebut.

“Sudah 1 orang dari pihak SPBU yang kita panggil diperiksa sebagai saksi,” ucap Wakapolres Karimun.

Dijelaskannya, penindakan penyalahgunaan BBM subsidi ini merupakan upaya kerja keras yang dilakukan guna melindungi masyarakat dari perbuatan pelaku yang menyalahgunakan BBM bersubsidi.

“Akhir-akhir ini terjadi kelangkaan BBM bersubsidi, sehingga meresahkan masyarakat yang membutuhkan,” kata Kompol Syaiful Badawi mengakhiri.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.