Batam, MediaKepriNews.Com- Puluhan warga dari Kelurahan Sungai Pelunggut melakukan pemberhentian armada Dump Trukc menuju lokasi penimbunan tanah di kawasan Kavling Seroja dekat SMA Negeri 17, menghentikan merupakan dari tidak terimanya warga dampak dari lalu lalang operasional puluhan Dump Truck yang sedang mengangkut dan menimbulkan debuh yang berdampak pada kesehatan warga dan pengendara , pada 25 Februari 2026, Siang.
Menurut dari perwakilan warga, Priyadi, mengatakan aktivitas penimbunan telah berlangsung sekitar dua minggu dan menyebabkan berbagai masalah terhadap masyarakat sekitar. “Jalan akses menjadi rusak, debu banyak mengganggu kesehatan anak-anak, dan pengendara bahkan suara mesin truk mengganggu istirahat apalagi saat ini bulan puasa” ujarnya.
“Pokoknya kami mewakili warga disini meminta kepada penanggung jawab proyek agar memperhatikan dampak lingkungan pada masyarakat.Kami meminta setiap hari jalan harus di siram agar debu jangan berterbangan” tambah Priyadi.
Warga juga menyatakan telah mengajukan keluhan ke dinas terkait beberapa kali, namun belum ada tindakan konkret yang diambil. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melakukan aksi damai dengan menghentikan semua Trukc yang masuk dan keluar lokasi.
Tampak dilokasi, Petugas dari Kodim 0316,Babinsa Sungai Pelunggut Sertu Lubis telah melakukan mediasi.Sertu Lubis berupaya untuk memberikan pengarahan kepada pelaksana dan penanggung jawab proyek agar bisa berkoordinasi yang baik dengan warga setempat.
Sertu Lubis juga menghimbau agar semua pihak tetap tenang dan menyelesaikan masalah melalui jalur yang benar dan persuasif.(Red)







