Menuju Desa Proklim, Warga Desa Makmur Belajar Mengolah Sampah Rumah Tangga

Pelalawan50 Dilihat

MediaKepriNews.Com- Pendaftaran Calon Desa Program Iklim (Proklim) Tahun 2022 kembali dibuka oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebanyak 15 desa binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di 4 kabupaten yaitu Pelalawan, Siak, Kampar dan Kuansing berhasil lolos ke tahap verifikasi pada Agustus 2022 mendatang. Hal ini disampaikan Humas PT RAPP sebagai reles , Selasa (19/07/2022).

Desa Makmur, di Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu dari 15 desa yang akan diverifikasi. Menuju verifikasi dari KLHK, warga Desa Makmur terus meningkatkan kemampuan adaptasi dan mitigasi lingkungan dengan mengikuti pelatihan Mengolah Sampah Rumah Tangga yang dilaksanakan di balai posko Proklim Desa Makmur belum lama ini.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Community Development (CD) RAPP yang menggandeng Bank Sampah Permata Bunda, binaan dari Dinas Lingkungan Hidup Pelalawan.

Warga Desa Makmur diberikan pelatihan mengolah sampah-sampah rumah tangga majalah/ koran/ buku bekas menjadi barang bernilai jual seperti pot bunga, piring lidi dan wadah makanan. Selain itu juga mengolah sampah dapur menjadi eco-enzyme yang dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos di pekarangan rumah.

Kepala Desa Makmur, Suwardi menyampaikan masyarakat di Desa Makmur sebenarnya telah lama mempraktikkan konsep desa yang mampu beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim di sekitar tempat tinggalnya. Oleh karena itu, menurutnya Desa Makmur cukup layak untuk dinominasikan sebagai desa Proklim.

“Tidak hanya memfasilitasi pelatihan sampah hari ini, sudah sejak tahun 2006 tim CD RAPP masuk ke desa kami melakukan pendampingan, selaku Kades saya ingin berterima kasih kepada RAPP karena telah membantu mendaftarkan desa kami sebagai calon desa Proklim, kita doakan agar lulus verifikasi,” ucap Suwardi.

Menurut Head of Community Development RAPP Hasto Teguh Kuncoro, pengusulan desa-desa binaan RAPP menjadi desa Proklim karena memang sudah memenuhi kriteria sebagai Desa Proklim.

“Desa-desa yang didampingi terlebih dahulu kami berikan sosialisasi tentang Proklim, lalu diberikan bimbingan teknis dan penguatan kelembagaan. Desa Makmur ini telah memiliki kelompok tani bernama Timbul Jaya, jadi ya sudah layak menjadi desa Proklim,” terang Hasto.

Gusti Dupan Chaira, Direktur Bank Sampah Permata Bunda yang menjadi narasumber pada pelatihan tersebut mendorong warga Desa Makmur agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sampah yang bisa menjadi tambahan pendapatan keluarga.

Sarini, warga Desa Makmur yang mengikuti pelatihan terlihat tekun memilin kertas mendasi pot bunga.

“Selain untuk mengisi waktu senggang ya pengen juga mengisi dompet dari hasil mengolah sampah,” ujar Sarini ketika ditanya motivasi mengikuti pelatihan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat Desa di antaranya Sekretaris Desa Makmur Dede Suryadi, RW 03 Desa Makmur, Kadus Desa Makmur, serta mahasiswa dari Universitas Riau yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana.

ProKlim merupakan kegiatan yang memadukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan. Proklim merupakan program KLHK yang diperkenalkan sejak tahun 2011.

RAPP sebagai bagian dari grup APRIL memiliki komitmen untuk mendukung program pemerintah mencapai net zero emission. Komitmen tersebut tercantum dalam APRIL 2030 di mana salah satu fokusnya berupaya mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.