Ketua DPRD Pelalawan Baharudin SH MH, Sidak Harga TBS Semena Mena PKS

Pelalawan29 Dilihat

MediaKepriNews.Com-Ketua DPRD Pelalawan Baharudin SH, Selasa (27/4/2022) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di sejumlah perusahaan di Kabupaten Pelalawan guna mengetahui harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang diberlakukan oleh perusahaan pasca adanya surat dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan perihal harga TBS pasca pengumuman presiden tentang pelarangan eksport RBD Palm Olein tertanggal 25 April 2022.

Baharudin SH MH, menerima informasi harga TBS diluar harga ketetapan pemerintah atau semena mena oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terlihat marah kepada PKS membeli dan menurunkan harga TBS dengan harga secara sepihak atau semena mena.

Rugi besar-besaran pun dialami oleh para toke dan berimbas kepada para petani sawit beberapa hari belakangan ini. Hal ini karena harga sawit yang dibeli toke kepada petani dengan harga normal, namun ketika sampai di pabrik harga justru lebih rendah.

Disatu sisi, sejauh ini pasca pengumuman larangan ekspor oleh Presiden Republik Indonesia, belum ada aturan dari pemerintah ihwal penurunan harga sawit. Artinya harga sawit masih sama. Tapi kenyataannya di lapangan diikuti penurunan harga sawit.
Mendapatkan laporan ini, Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Selasa (26/04/2022) tancap gas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Pangkalan Kuras dan Pangkalan Lesung.
Sidak ini ia dilakukan untuk memastikan informasi yang ia terima terkait adanya penurunan harga TBS. Ia pun mewawancarai petani yang menjual TBS di gerbang pintu masuk timbangan pabrik bahkan iapun menanyakan kejadian penurunan harga kepada pihak manajemen pabrik yang ia sambangi.

Lantaran keterbatasan waktu dan tenaga saat Sidak ini, Ketua DPRD hanya sempat menyambangi empat pabrik kelapa sawit. Tiga pabrik berada di Kecamatan Pangkalan Kuras dan satu pabrik lagi berada di Kecamatan Pangkalan Lesung.
“Tadi temuan di lapangan, sidak pertama saya ke PT PAL eks PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, didapati harga TBS itu Rp2.200 per kilogram (Kg). Mereka menyampaikan, kemungkinan harga ini akan bertahan hingga Idul Fitri,” sebutnya seraya mengatakan ini sidak di tempat pertama.

Seterusnya, lanjut Baharudin, masih di Kecamatan Pangkalan Kuras, sidak dilanjutkan ke PT Adei Plantation. Di perusahaan ini, TBS dari petani di luar KKPA masih di kisaran harga Rp2.600.
“Namun untuk buah KKPA, mereka memang masih membeli sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp3.900,” ungkapnya.

Sidak di tempat ketiga kemudian dilanjutkan ke PT Cakra Alam Sejati (CAS) di Desa Dundangan. Di perusahaan ini didapati harga TBS luar dihargai Rp 2.160.
“Intinya, mereka (PKS) mengeluhkan dengan kondisi saat ini. Mereka kesulitan untuk melakukan penjualan Crude Palm Oil (CPO) karena tidak ada kontrak baru dan hampir dipastikan seandainya tidak ada kontrak baru CPO mereka akan menumpuk,” bebernya.

Sidak dilanjutkan ke PT Inti Indo Sawit (IIS) di Desa Payao Atap, Kecamatan Pangkalan Lesung. Politisi Golkar ini kaget begitu mendapati harga pembelian TBS di perusahaan ini sangat jauh anjloknya dan mencolok.
“Kita temukan harganya jauh dibandingkan dengan perusahaan, ini pecah dari Rp2.000, harga di pabrik lebih kurang Rp1.700. Ini memang menjadi persoalan bagi petani atas anjloknya harga sawit ini,” tandasnya.

Terkait temuan anjlok sekali penurunan harga di PT IIS saat Sidak Ketua DPRD Pelalawan ini, manajemen perusahaan belum memberikan penjelasan. Fakta dilapangan banyak PKS berbeda – beda dalam penetapan harga TBS.

Gubernur Riau telah mengeluarkan surat edaran perihal tindak lanjut kebijakan pemerintah terhadap larangan ekspor RBD Palm Olein tertanggal 26 April 2022.
PenetapanĀ  Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau
No. 17 periode 27 April – 10 Mei 2022 sebagai berikut :
Umur 3th (Rp 2.906,02);
Umur 4th (Rp 3.141,64);
Umur 5th (Rp 3.426,98);
Umur 6th (Rp 3.508,53);
Umur 7th (Rp 3.645,65);
Umur 8th (Rp 3.745,70);
Umur 9th (Rp 3.831,74);
Umur 10th-20th (Rp 3.919,87);
Umur 21th (Rp 3.757,01);
Umur 22th (Rp 3.738,57);
Umur 23th (Rp 3.723,21);
Umur 24th (Rp 3.569,57);
Umur 25th (Rp 3.485,07);
Indeks K : 92,71%
Harga CPO Rp. 16.572,40
Harga Kernel Rp. 11.273,46 NAIKĀ  Rp 89,18 per Kg untuk umur 10-20 thn. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.