PELALAWAN,MediaKepriNews.Com,:– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Hingga Minggu (2/8/2026), dua titik kebakaran yang berada di Kelurahan Kerumutan dan Desa Mak Teduh masih terus menyala, sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, mengatakan titik api pertama muncul di Kelurahan Kerumutan sejak Jumat (31/7/2026), sementara titik api kedua berada di Desa Mak Teduh yang mulai membara pada Sabtu (1/8/2026). Kedua lokasi tersebut hingga kini masih menjadi fokus penanganan karena api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Kemarin api masih muncul di dua lokasi dan belum terkendali sepenuhnya. Tim masih melakukan pemadaman di lokasi,” ujar Zulfan saat memberikan keterangan pada Minggu (2/8/2026). Menurutnya, seluruh personel terus bekerja tanpa henti untuk menghambat penyebaran api sekaligus melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar.
Sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari tim rayon Kecamatan Kerumutan, BPBD, Manggala Agni, serta personel dari perusahaan sekitar. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu di tengah kondisi medan yang cukup sulit dan cuaca yang tidak mendukung.
BPBD Pelalawan juga menjelaskan bahwa hingga kini luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Pengukuran belum memungkinkan dilakukan karena drone belum bisa diterbangkan akibat kondisi di lapangan, sementara pengukuran manual juga belum dapat dilaksanakan mengingat lokasi masih dipenuhi kobaran api dan asap tebal.
Untuk mempercepat penanganan, Satgas Udara Provinsi Riau turut mengerahkan helikopter Water Bombing (WB) guna membantu proses pemadaman dari udara. Dukungan tersebut menjadi langkah penting dalam menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di kawasan gambut yang mudah menyimpan bara api.
Kondisi di Desa Mak Teduh disebut lebih mengkhawatirkan dibandingkan lokasi lainnya. Kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit, menandakan kebakaran masih berlangsung cukup hebat. Tim gabungan bersama Manggala Agni dan helikopter Water Bombing terus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke wilayah lain.
Zulfan menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan Karhutla kali ini adalah karakteristik lahan gambut yang memiliki kedalaman lebih dari satu meter. Ditambah lagi, cuaca panas tanpa hujan serta banyaknya tunggul kayu akasia dan kumpai yang terus membara membuat proses pemadaman menjadi sangat sulit. Meski demikian, BPBD Pelalawan memastikan seluruh personel tetap siaga penuh hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.****







