Karang Taruna dan Kelurahan Sungai Pelunggut Bergerak, Tumpukan Sampah di Depan Posyandu Seroja Sehat Dibersihkan

Batam16 Dilihat

Batam, MediaKepriNews.Com- Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Bersinergi dengan Karang Taruna dan pemerintah kelurahan, masyarakat RW 17 turun langsung melakukan kerja bakti (goro) pada Minggu (19/4/2026) guna membersihkan tumpukan sampah yang selama ini mencemari lingkungan, khususnya di area depan Posyandu Seroja Sehat.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Sungai Pelunggut, Destin Tafonao, Sekretaris Kelurahan Sungai Pelunggut, Sahrudin, SE, Ketua RW 17 Laode Jumadil, kader posyandu, serta warga setempat yang secara antusias bergotong royong membersihkan lokasi.

Aksi ini dilakukan sebagai respons atas menumpuknya sampah di kawasan tersebut yang diduga dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama karena berada di dekat fasilitas pelayanan masyarakat seperti posyandu.

Ketua RW 17, Laode Jumadil, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Kami berharap masyarakat yang selama ini masih membuang sampah di lokasi ini segera sadar dan menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau ada yang melihat, mohon ditegur. Lingkungan ini milik kita bersama, mari kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Sungai Pelunggut, Destin Tafonao, menilai kegiatan gotong royong ini tidak hanya sebatas membersihkan sampah, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi pemicu kesadaran masyarakat. Jangan sampai setelah dibersihkan, lokasi ini kembali dijadikan tempat pembuangan sampah. Ini harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

Destin juga mengingatkan bahwa tindakan membuang sampah sembarangan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Kota Batam. Ia mendorong peran aktif RT dan RW dalam melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Kalau masih ada warga yang nekat, lakukan peneguran. Jika tidak diindahkan, segera laporkan ke RT dan RW untuk ditindaklanjuti. Kita sudah punya aturan melalui peraturan wali kota, jadi harus ditegakkan,” tambahnya.

Fenomena menurunnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan memang bukan hal baru, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Sagulung. Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat tidak selalu diiringi dengan kesadaran pengelolaan sampah yang baik, sehingga persoalan sampah kerap menjadi masalah klasik di tengah masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, peran pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dinilai perlu lebih ditingkatkan, terutama dalam hal sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan di RW 17 ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, goro ini menjadi simbol bahwa kesadaran kolektif dan kepedulian bersama adalah kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan layak huni bagi seluruh warga.

Editor: Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses