PELALAWAN,MediaKepriNews.Com — Memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan menggelar Rapat Paripurna Istimewa di ruang rapat paripurna lantai II Gedung DPRD Pelalawan, Senin (12/10/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Pelalawan yang maju, mandiri, bermarwah, dan sejahtera.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, SE, didampingi Wakil Ketua I Baharuddin dan Wakil Ketua II Tengku Azri Wardi. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Pelalawan H. Zukri dan Wakil Bupati H. Husni Tamrin, bersama 31 anggota DPRD Pelalawan. Ratusan undangan dari berbagai unsur turut menghadiri sidang istimewa tersebut, mulai dari para tokoh pendiri kabupaten, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pemuda.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Pelalawan. Gubernur Riau diwakili Asisten II Setdaprov Riau, sementara perwakilan dari Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai turut hadir sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan hari jadi daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seiya Sekata tersebut. Bagi DPRD, momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati H. Zukri memaparkan tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Pelalawan pada 2026. Setelah dikurangi belanja wajib dan mengikat, termasuk gaji serta kebutuhan operasional rutin pemerintahan, kapasitas riil keuangan daerah tersisa sekitar Rp310 miliar untuk membiayai berbagai prioritas pembangunan. Kondisi tersebut menuntut perencanaan anggaran yang cermat, penentuan skala prioritas, serta pengawasan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan. “Meskipun anggaran terbatas, pembangunan harus terus berjalan dan tidak boleh surut demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Zukri.
Sejalan dengan semangat tersebut, DPRD Pelalawan memiliki peran strategis melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sehingga kebijakan serta program pembangunan daerah dapat berjalan sesuai ketentuan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bupati juga memaparkan visi Pelalawan Menawan 2029, yakni mewujudkan Kabupaten Pelalawan yang maju, memiliki ekonomi mandiri, aman dan nyaman, bermarwah, serta berkelanjutan. Sejumlah indikator makro pembangunan pada 2025 menunjukkan perkembangan, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 4,96 persen, melampaui rata-rata Provinsi Riau sebesar 4,74 persen. Angka kemiskinan turun dari 8,49 persen menjadi 7,24 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berkurang dari 188 kepala keluarga menjadi 99 kepala keluarga. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 2,42 persen, lebih rendah daripada angka provinsi sebesar 4,06 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,80 poin dan masuk kategori tinggi.
Pada sektor pelayanan dasar dan kesejahteraan sosial, pemerintah daerah menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan kepada 5.762 anak yatim dengan anggaran Rp16,8 miliar, bantuan seragam sekolah, bantuan bagi lanjut usia, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta kredit UMKM berbunga nol persen. Di bidang pendidikan, anggaran revitalisasi 68 sekolah pada 2026 mencapai Rp42,9 miliar, disertai persiapan pembangunan Pelalawan Boarding School di kawasan Teknopolitan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu. Sementara itu, cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,61 persen dengan dukungan anggaran Rp36,2 miliar. Pemerintah daerah juga menghadirkan layanan Klik Pelalawan sebagai saluran pengaduan masyarakat terkait pembangunan.
Pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah turut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan Pelalawan. Tingkat kemantapan jalan kabupaten tercatat 40,68 persen, sehingga peningkatan kualitas infrastruktur masih menjadi pekerjaan penting yang membutuhkan dukungan pembiayaan berkelanjutan. Berbagai skema ditempuh, mulai dari swakelola dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit hingga dukungan Instruksi Presiden Jalan Daerah untuk ruas Kampung Baru–Trimulya sepanjang 3,1 kilometer dengan anggaran Rp24,7 miliar serta kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain itu, pemerintah daerah merencanakan pembangunan Pelalawan Islamic Mall di Pangkalan Kerinci sebagai pusat wisata religi terintegrasi yang dilengkapi miniatur Ka’bah, dengan harapan dapat membuka peluang ekonomi dan mendukung pengembangan potensi daerah.
Menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan, Bupati H. Zukri mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama membenahi berbagai kekurangan pembangunan.
Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya kemitraan konstruktif antara DPRD dan pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, mengawal penggunaan anggaran, serta memastikan program prioritas memberikan manfaat nyata. Peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperbarui tekad bersama untuk menghadapi tantangan pembangunan. Dengan semangat Negeri Seiya Sekata, Kabupaten Pelalawan diharapkan terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, bermarwah, dan berkelanjutan.
(ADV)













