Dinas PTPH Riau Programkan Pupuk Petani Padi Kuala Kampar

Pelalawan39 Dilihat

Pelalawan, MediaKepriNews.Com- Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Provinsi Riau, Ir Syahfallevi membahas program pupuk petani padi di Kecamatan Kuala Kampar dengan Bupati Pelalawan H Zukri. Hal ini terungkap saat rombongan Ir Syahfallevi bersilahturahmi dengan Bupati Pelalawan H Zukri, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (19/08/2021).

Pertemuan itu membahas proyeksi program Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk Kabupaten Pelalawan. Program pupuk untuk tanaman pangan, terutama jenis padi. Terlebih lagi di Pelalawan memiliki lumbung padi tepatnya di Kecamatan Kuala Kampar.

Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Tengku Mukhlis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan, Budi Surlani. Sementara itu juga Dinas pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, turut serta dihadiri sejumlah Kepala Bidang mendampingi Kadis Syahfallevi.

Usai pertemuan Kadis Syahfallevi, mengungkapkan bahwa pertemuan dirinya dengan Bupati Pelalawan bertujuan menyampaikan kegiatan verifikasi dan validasi penyusunan RDK (Rencana Definitif Kelompok Tani) dan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani), usulan kebutuhan pupuk terutama untuk tanaman pangan, yakni padi.

“Tujuan kita berjumpa dan bertatap muka dengan pak Bupati Pelalawan adalah menyampaikan penyusunan RDKK untuk tahun 2022 rencana kebutuhan pupuk bersubsidi, khusus tanaman pangan di Kecamatan Kuala Kampar,” terang Kadis Syahfallevi.

Upaya ini adalah bertujuan untuk meningkatkan, produktivitas padi. Memang kata dia, RDKK secara menyeluruh namun lebih difokuskan pada tanaman pangan.

“RDKK kita saat ini masih rendah, sebab belum banyak yang diinput. Jadi kita berharap dengan semakin tinggi RDKK, sehingga petani tanaman pangan bisa menggunakan pupuk demi meningkatnya produktivitas padi. Dasar kebutuhan pupuk ini adalah RDKK, apalagi sebelum tanggal 31 Agustus ini, datanya harus sampai ke kementrian,” bebernya.

Terkait produksi padi di Kecamatan Kuala Kampar, cakap Kadis Syahfallevi menjadi perhatian serius dari dinas pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.