Batam, MediaKepriNews.Com- Kehadiran Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, dalam Kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Kavling Kamboja, RT 07 RW 15, Kelurahan Sungai Pelunggut, disambut antusias warga pada Jumat, 31 Juli 2026.
Ratusan warga sudah memadati lokasi pertemuan. Forum reses ini sengaja digelar di lingkungan warga agar dialog bisa berlangsung terbuka dan aspirasi tersampaikan langsung tanpa perantara.
Dalam sambutannya, Syafei menegaskan reses bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia membuka sesi tanya jawab seluas-luasnya agar setiap keluhan warga bisa dicatat sebagai bahan kerja DPRD.
“Reses ini tujuannya satu, mendengar langsung apa yang dibutuhkan warga di lapangan. Apa yang Bapak Ibu sampaikan hari ini akan kami bawa ke rapat dan kami dorong ke OPD terkait,” ujar Muhammad Syafei.
Tiga aspirasi utama warga
Sepanjang dialog, warga RT 07 RW 15 menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dirasakan sejak beberapa tahun terakhir.
1. Belum adanya fasilitas umum
Warga mengeluhkan Kavling Kamboja belum memiliki fasum yang bisa digunakan bersama. Tidak ada balai warga, taman, maupun ruang terbuka untuk kegiatan dan pertemuan warga .
2. Minimnya penerangan jalan
Beberapa titik jalan lingkungan di Kavling Kamboja masih gelap pada malam hari. Warga menilai kondisi ini rawan tindak kejahatan dan menyulitkan anak-anak yang pulang mengaji atau bekerja shift malam.
3. Puskesmas pembantu belum beroperasi
Keluhan ketiga terkait layanan kesehatan. Puskesmas pembantu di wilayah Kelurahan Sungai Pelunggut hingga kini belum berfungsi. Akibatnya warga harus ke puskesmas sungai langkai dan tempat lain.
Komitmen untuk ditindaklanjuti
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Syafei mencatat satu per satu poin yang disampaikan. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, sehingga aspirasi warga akan menjadi bahan saat pembahasan dengan pemerintah Kota Batam kedepannya.
“Semua aspirasi warga yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan di DPRD. Ini menjadi bahan kami untuk berkoordinasi dengan OPD terkait agar segera ada tindak lanjut,” ujar Muhammad Syafei dalam sesi tanya-jawab.
Kegiatan reses ditutup dengan foto bersama sekaligus penyerahan baju seragam gamis untuk tim hadrah, Warga berharap setelah reses ini ada progres nyata, terutama untuk penerangan jalan dan percepatan operasional puskesmas pembantu serta pembangunan fasilitas umum.
Reses Masa Persidangan III DPRD Kota Batam 2026 memang dijadwalkan untuk menyerap aspirasi langsung di dapil masing-masing anggota dewan, agar program pembangunan 2027 bisa lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan di tingkat RT dan RW.







