Gudang Beras di Sengkuang dan Sekupang Disorot, Diduga Beras Impor Asal India

Batam, MediaKepriNews.Com- Praktik dugaan penyelundupan beras yang diduga berasal dari India memenuhi gudang-gudang di kawasan Sengkuang dan Sekupang, Batam.

Pantauan di lapangan, beras tersebut masuk menggunakan karung putih polos berukuran 50 kilogram tanpa merek, tanpa label asal negara. Modus ini sama dengan temuan Kodim 0316/Batam dan Bea Cukai beberapa waktu lalu di Pelabuhan Tanjung Sengkuang.

Menurut sumber di lapangan, beras impor murah tersebut kemudian dikemas ulang (repacking) menjadi kemasan 5 kg dan 10 kg dengan berbagai merek lokal di sebuah gudang besar di kawasan industri Sekupang. Aktivitas bongkar puluhan kontainer disebut terjadi hampir setiap hari.Demikian diungkapkan pada 25 September 2026.

“Beras itu masuk dalam karung putih polos, tanpa merek. Setelah sampai di Batam langsung dikemas ulang. Harganya sekitar Rp 7.000 per kilo dari luar, dijual di sini bisa dua kali lipat,” ungkap sumber.

Data sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat menyegel 40,5 ton beras ilegal di Tanjung Sengkuang pada November 2025. Beras tersebut diduga berasal dari negara produsen murah seperti India, Thailand, dan Vietnam dengan harga hanya Rp 5.700 – Rp 6.000 per kg.

Yang menjadi sorotan, beras hasil repacking tersebut banyak yang tidak mencantumkan tanggal pengemasan, alamat produsen, dan izin PSAT sesuai Permendag No. 59/2018 dan Permentan No. 34/2025. Padahal, beras adalah makanan pokok yang wajib memenuhi standar keamanan pangan.

Masyarakat pun meminta Bea Cukai Batam, Kodim 0316/Batam, dan Disperindag Kota Batam untuk segera melakukan penindakan tidak hanya di pelabuhan, tetapi juga menyidak gudang-gudang beras yang diduga menjadi pusat oplosan di Sengkuang dan Sekupang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemilik gudang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses