PELALAWAN,MediaKepriNews.Com,:– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., secara resmi membuka Helat Pelalawan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27, Kamis (8/10/2026) malam. Pembukaan yang berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Pelalawan itu menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perayaan budaya dan hiburan rakyat.
Ribuan masyarakat memadati lokasi helat untuk menyaksikan pembukaan perayaan tahunan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, SH., bersama istri Sela Pitaloka, SIP., M.AP., anggota DPRD Provinsi Riau Imustiar, S.Sos., M.Si., dan Monang Pasaribu, M.Si., Dandim 0313/KPR Letkol Inf. Rahim Cahyadi, S.Hub.Int., Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari, S.Sos., S.I.K., M.H., Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal, SE., Sekretaris Daerah T. Zulfan, SE., serta perwakilan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan.
Turut hadir unsur Forkopimda, instansi vertikal, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pembukaan Helat Pelalawan ke-27 tahun ini menghadirkan tradisi yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada tahun-tahun lalu pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang bersama, kali ini Bupati Zukri memilih prosesi pemotongan 27 pucuk tumpeng nasi kunyit, sebagai simbol usia Kabupaten Pelalawan yang telah memasuki 27 tahun.
Didampingi istri dan Wakil Bupati Husni Tamrin beserta istri, Zukri memotong tumpeng di panggung utama, kemudian membagikannya kepada para pendiri kabupaten, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda yang hadir.
“Jumlah pucuk nasi tumpeng ini sesuai dengan usia Pelalawan, yakni 27 tahun,” ungkap Zukri saat membagikan nasi tumpeng di atas panggung utama.
Prosesi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni pembukaan, tetapi juga menyimbolkan rasa syukur atas perjalanan pembangunan Kabupaten Pelalawan serta penghormatan kepada para tokoh yang telah berkontribusi dalam membangun daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Zukri menegaskan bahwa Helat Pelalawan bukan sekadar perayaan untuk bergembira dan berkumpul, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang kepedulian, kebersamaan, gotong royong, silaturahmi, sinergisitas, dan kolaborasi. Menurutnya, momentum Hari Jadi Kabupaten Pelalawan harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membangun daerah agar semakin maju dan sejahtera.
“Jadi, Helat bukan sekadar beramai-ramai dan bersenang-senang, tetapi dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita,” tegas Bupati Pelalawan dua periode tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh melalui perayaan ini dapat terus terpelihara, tidak hanya selama helat berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Tak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni budaya, Helat Pelalawan juga dirancang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyediakan sebanyak 180 tenda bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara gratis, sehingga para pedagang memiliki kesempatan untuk menjajakan produk dan memperoleh penghasilan selama kegiatan berlangsung. Zukri menegaskan bahwa helat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang usaha dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
“Helat Pelalawan disiapkan Pemda sebagai bentuk komitmen agar ekonomi kita kuat, ekonomi kita hebat,” ujarnya.
Di sisi lain, Zukri juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pelalawan pada 2025 mengalami penurunan dari 8 persen menjadi 7,2 persen.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bekerja keras agar angka kemiskinan semakin menurun, dengan harapan tidak ada lagi masyarakat Pelalawan yang hidup dalam kemiskinan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Helat Pelalawan, Zulkifli, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Oktober 2026. Rangkaian acara diawali dengan Kirab Budaya Nusantara pada Kamis pagi yang diikuti lebih dari 10.000 peserta dari sekolah, desa, OPD, kecamatan, dan berbagai paguyuban. Pada Jumat (9/10), kegiatan dilanjutkan dengan penampilan anak-anak PAUD dan TK serta pertunjukan seni budaya. Sabtu (10/10), masyarakat akan disuguhkan penampilan senam artistik juara pertama tingkat Provinsi Riau pada ajang O2SN 2026, kolaborasi marching band dan Pramuka, serta Festival Loka Gilo, tari kreasi Sanggar Panglimo dan Sanggar Babalau. Pada Minggu (11/10), digelar penampilan hadroh Majelis Guru SDN 005 Makmur dan selawat bersama relawan dhuafa, yang dilanjutkan dengan acara Pelalawan Berselawat bersama Hadad Alwi dari Jakarta.
Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 akan berlangsung pada Senin (12/10/2026), diawali apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor DPRD Pelalawan, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pelalawan. Pada malam harinya, masyarakat akan kembali dihibur melalui pertunjukan hiburan rakyat sekaligus penutupan Helat Pelalawan ke-27 bersama grup musik Wali Band dari Jakarta. Zulkifli berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan memberikan kesan mendalam bagi masyarakat.
Melalui Helat Pelalawan ke-27, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa perayaan hari jadi bukan hanya tentang kemeriahan panggung, tetapi juga tentang rasa syukur, pelestarian budaya, persatuan masyarakat, dan komitmen bersama mewujudkan Pelalawan yang semakin maju serta sejahtera. ****












