Batam, MediaKepriNews.Com- Aktivitas penyelundupan barang melalui Pelabuhan Dapur 6, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, kini menjadi polemik di kancah nasional. Pasalnya, Aktivitas di pelabuhan tikus yang diketahui milik pengusaha berinisial Ahui tersebut beroperasi secara terang-terangan setiap hari tanpa tersentuh hukum.
Dari pantauan media, Rabu (7/10/2026), pelabuhan tersebut dijadikan jalur pengiriman barang antar provinsi dengan volume fantastis, mencapai puluhan hingga ratusan ton per hari. Barang-barang seperti beras ketan, gula, bawang putih, hingga barang elektronik yang diduga tanpa dokumen kepabeanan lengkap dimuat menggunakan armada kapal kayu, salah satunya KM Berkat Mulia 2, berkapasitas 80-100 ton.
“Setiap hari ada saja kapal yang muat. Tujuannya ke Riau, Tanjung Balai Karimun. Kegiatan ini sudah lama, tapi tidak pernah ditindak,” ungkap warga sekitar.
Ironisnya, aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan penerimaan negara ini diduga dikendalikan oleh jaringan terorganisir berinisial ,SM, dan oknum Polisi berinisial LB. Jaringan yang sama juga diduga beroperasi di Pelabuhan Tanjung Uma, Batu Ampar, milik pengusaha berinisial TN.
Video dan foto aktivitas bongkar muat di Dapur 6 yang viral di media sosial kini memicu kemarahan publik. Warganet mempertanyakan kinerja Bea Cukai sebagai ujung tombak Kementerian Keuangan dalam menjaga pintu masuk dan keluar barang.
Publik mendesak agar persoalan ini tidak hanya ditangani di tingkat daerah.
“Kami minta Menteri Keuangan melalui Dirjen Bea Cukai dan juga Kapolda Kepri turun langsung. Ini bukan lagi pelanggaran kecil, ini sudah penyelundupan skala besar yang merugikan negara. Kalau dibiarkan, citra Batam sebagai kawasan FTZ tercoreng,” tegas sumber yang tidak mau dipublis namanya.
Publik juga meminta Propam Polri dan Irwasda Polda Kepri untuk memeriksa oknum berinisial LB yang disebut-sebut menjadi backing kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Bea Cukai Batam dan Polda Kepri belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas penyelundupan di Pelabuhan Dapur 6 tersebut.(TIM)









