SIAK,MediaKepriNews.Com,: — Bangkitnya kembali aktivitas investasi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa dan pemuda daerah. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul tuntutan agar kebangkitan industri benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tempatan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) sekaligus Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kecamatan Pusako (Himapo) Kabupaten Siak, Syahradi Ramatul, Kamis (8/10/2026), menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Siak bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menyelesaikan persoalan administratif PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS).
Dibukanya kembali aktivitas perusahaan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menghidupkan perekonomian daerah, terlebih menjelang Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak.
Syahradi mengapresiasi upaya Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., beserta jajaran pemerintah daerah yang mendorong kembali geliat investasi di KITB.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuka harapan baru bagi kebangkitan kawasan industri yang selama ini belum berkembang optimal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kinerja Ibu Bupati Dr. Afni Zulkifli, M.Si., beserta jajaran yang berhasil menghidupkan kembali denyut investasi di KITB setelah puluhan tahun mati suri. Dibukanya kembali segel PT MNS dan masuknya investor baru adalah pembuktian potensi Siak. Namun, catatan kritis kami adalah jangan sampai masyarakat lokal hanya disuguhi angka-angka fantastis di atas kertas tanpa dampak riil di dapur mereka,” tegas Syahradi dalam keterangan tertulisnya.
Sorotan utama mahasiswa dan pemuda tersebut tertuju pada proyeksi penyerapan sekitar 200 tenaga kerja pada tahap awal operasional PT MNS serta rencana masuknya investasi lanjutan dengan nilai yang disebut jauh lebih besar. Syahradi menegaskan, pemuda dan tenaga kerja lokal harus memperoleh kesempatan utama untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja tersebut, khususnya masyarakat dari Kecamatan Pusako, Sungai Apit, dan wilayah sekitar KITB.
Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama pengelola kawasan industri dan perusahaan untuk membangun mekanisme perekrutan yang transparan dan akuntabel. Selain membuka kesempatan kerja, perusahaan diharapkan memberikan pelatihan serta sertifikasi keterampilan bagi pemuda lokal agar mampu memenuhi standar industri galangan kapal.
Menurutnya, pemberdayaan tenaga kerja tempatan harus menjadi bagian penting dari strategi pengembangan kawasan industri, bukan sekadar pelengkap dalam agenda investasi.
“Apresiasi kami berikan atas upaya Pemkab mencari sumber pendapatan baru di tengah tekanan fiskal pusat. Tetapi, kami mengingatkan agar BUMD KITB yang sedang dibenahi ini tidak mengabaikan aspek pemberdayaan masyarakat. Harus ada jaminan transparansi dalam perekrutan tenaga kerja, pelatihan sertifikasi bagi pemuda lokal agar memenuhi kualifikasi industri galangan kapal, serta komitmen hitam di atas putih mengenai kuota prioritas anak daerah,” ujar Presiden Mahasiswa BEM UHTP tersebut.
Menutup pernyataannya, Syahradi menegaskan bahwa BEM UHTP dan Himapo Siak siap menjadi mitra strategis sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan investasi di KITB. Ia berharap momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak menjadi titik awal kebangkitan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak. Geliat investasi ini adalah kado yang baik, namun kelulusan sejati dari investasi ini dinilai dari seberapa banyak pemuda Siak yang terserap bekerja di sana secara layak. Kami akan terus mengawal komitmen ini demi kesejahteraan rakyat Siak,” pungkasnya.****







