Binatang Buas Beruang Serang Warga Pelalawan Saat Buang Air Kecil

Pekanbaru37 Dilihat

MediaKepriNews.Com- Seorang warga diserang oleh binatang buas beruang saat hendak buang air kecil di tepian sungai yang berada di dalam kebun karet Dusun Lubuk Salak, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Hal ini disampaikan

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan, Sabtu (29/11/2022).

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan mengatakan, Tim Resort Kerumutan Selatan melakukan kordinasi dengan perangkat Desa Mak Teduh untuk berangkat menuju ke lokasi kejadian.

Kata Genman, berdasarkan keterangan perangkat desa dan keluarga korban, kejadian bermula sekira pukul 09.00 WIB pada Selasa (22/11/2022). Korban bernama Kamil selesai menderes kebun karet milik Mansur dan ingin bersiap pulang.

“Saat bersiap untuk pulang kerumah, korban dirasakan ingin buang air. Korban kemudian menuju sungai kecil yang ada di lokasi kebun tersebut. Setibanya di sungai tiba-tiba seekor satwa beruang melakukan interaksi negatif terhadap korban sehingga menyebabkan kaki korban terkena gigitan,” kata Genman, Selasa (29/11/2022).

Lanjutnya, korban melakukan perlawanan dan memukul bagian muka beruang sehingga beruang lari. Korban sambil merangkak menyelamatkan diri ke jalan umum mencari pertolongan. Jarak lokasi kejadian ke jalan umum berkisar 50 meter.

“Berdasarkan pengamatan tim, lokasi kejadian merupakan perbatasan areal APL dan hutan konsesi. Di lokasi ditemukan tempat yang diduga merupakan sarang satwa beruang yang berada di pohon karet tua di sekitar kebun yang di deres korban,” ungkapnya.

Kata Genman, tim melakukan kunjungan ke rumah korban namun korban tidak dirumah karena sedang dirujuk ke rumah sakit umum di Pangkalan Kerinci untuk melakukan perawatan operasi kaki. Tim menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang dialami korban.

“Masyarakat melalui perangkat desa berharap agar evakuasi beruang segera dilakukan karena telah beberapa kali hal ini terjadi di sekitar lokasi yang sama,” sambungnya.

“Tim melakukan sosialisasi tentang satwa yang dilindungi dan meminta masyarakat tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi tersebut serta tetap berkoordinasi dengan petugas Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik beruang ini,” tutupnya. Lis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.